Tidak ada pengumuman.

Jumlah Pengunjung :
8,406,980
Terbanyak:
68,297
(Selasa, 2 Nopember 2010)
( lengkap )


Wujudkan Pengelolaan APBN yang lebih baik dengan Memanfaatkan Aplikasi.
Jumat, 6 Mei 2011 | Oleh: redaksi (Media Center Ditjen Perbendaharaan) | 1296 x dibaca

Merauke, perbendaharaan.go.id – Menjelang akhir semester I tahun 2011 ini KPPN Merauke mengundang 108 satker yang tersebar di empat kabupaten yaitu Kabupaten Merauke, Mappi, Boven Digoel, dan Asmat guna menyamakan persepsi dalam pengelolaan APBN serta ingin mengetahui kendala apa yang dihadapi oleh satker dalam memanfaatkan aplikasi. Melalui kegiatan ini diharapkan penyerapan anggaran dan pelaksaan laporan keuangan nantinya dapat berjalan baik. Sampai saat ini masih banyak satker yang realisasinya masih dibawah 20 % .

Kegiatan kali ini dipimpin langsung oleh Junaidi selaku Pjs. Kepala KPPN Merauke. Dalam sambutanya Junaidi mengatakan bahwa pengelolaan APBN tahun 2011 sedikit  berbeda jika dibandingkan dengan pengelolaan APBN tahun 2010.
“Tahun 2011 ini adalah pertama kalinya kita menerapkan penganggaran berbasis kinerja. Anggaran berbasis kinerja menghubungkan secara langsung antara anggaran yang disediakan dengan hasil atau output maupun outcome yang akan dicapai,” kata Junaidi. Junaidi juga berpesan agar koordinasi serta kerja sama antara KPPN dan satker agar lebih ditingkatkan lagi, sehingga pelaksanaan perencanaan penarikan dana dan pencairan dana oleh satker tidak menemui hambatan.

Acara dilanjutkan dengan arahan dari Kanwil DJBN Provinsi Papua yang diwakili oleh Robby Palijama. Beliau mengatakan bahwa citra KPPN saat ini sudah baik, ada komitmen bersama antara KPPN dan satker untuk menerapkan suatu pelayanan yang bersih, cepat, tepat, akurat, sederhana dan transparan tanpa pungutan apapun.

Dalam paparannya, Robby Palijama  mengatakan bahwa Menteri Kuangan bertindak sebagai CFO (Chief  Financial  Officer) yang berfungsi sebagai  kasir, pengawasan dan regulator pengelolaan keuangan negara serta fund managemen. Sedangan kementerian/lembaga sebagai COO (Chief Operational Officer) berfungsi sebagai penguji atas pembebanan tagihan serta pemberi perintah membayar bagaimana manajemen kas yang baik.

“Manajemen kas yang baik tidak mungkin ada tanpa perencanaan kas yang baik,” paparnya. “Perencanaan kas yang baik meliputi investasi atas idle cash dan operasional pemerintah,” lanjutnya.

Tepat pada pukul 09.00 WIT acara dilajutkan dengan  penjelasan mengenai tata cara mengoperasikan aplikasi yang di pandu oleh Parji, S.IP dan tim aplikasi yang meliputi aplikasi AFS 2011, RKAKL-DIPA 2011, SPM 2011, GPP, SAKPA 2011, SIMAK dan Pesediaan 2009. Koordinasi KPPN dan Satker kali ini guna menyamakan persepsi dan memastikan bahwa satker tidak mengalami kendala dalam mengoperasikan  aplikasi. Jika masih mengalami kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi, petugas KPPN selalu siap untuk memberikan membimbing teknis dan pelayanan yang terbaik bagi satker dengan moto KPPN Merauke “Pelayanan Sepenuh Hati”. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 20 April 2011 ini bertempat di ruangan aula KPPN Merauke.

Oleh : Salampessy M. Insan  – KPPN Merauke
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan

Berita Nusantara Lainnya

Kakanwil DJPBN Propinsi Sulsel: Layanan Ini Pertama Kalinya di Indonesia
Dua Orang Pegawai KPPN Tebing Tinggi Disumpah
Langkah Dini Menuju LKPP yang WTP
Dukung Pelayanan PT. Askes kepada PNS, KPPN Jambi Gelar Rekonsiliasi Tiga Pihak
KPPN Serang Adakan Sosialisasi Peraturan Pencairan Dana 2011
Tidak ada komentar tentang artikel ini
Semua Komentar tidak langsung ditampilkan tetapi melalui penyuntingan.
Nama :
Email :
Judul Komentar :
Isi Komentar :
Kode : Security Code [ Barui kode ]
Tuliskan Kode :
Penting: Semua Harus diisi.
  © 2007 - 2014 Direktorat Jenderal Perbendaharaan
  Kementerian Keuangan Republik Indonesia