Tidak ada pengumuman.

Jumlah Pengunjung :
8,426,900
Terbanyak:
68,297
(Selasa, 2 Nopember 2010)
( lengkap )


Prof. Mudrajad Sarankan Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Pengelolaan Utang Digabungkan
Senin, 9 Mei 2011 | Oleh: redaksi (Media Center Ditjen Perbendaharaan) | 3756 x dibaca

Liputan Treasury Seminar II Tahun 2011
Jakarta, perbendaharaan.go.id –
Terkait pentingnya koordinasi cash and debt management, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D. menyarankan penggabungan Ditjen Perbendaharaan dengan Ditjen Pengelolaan Utang.  Hal tersebut diungkapkan Prof. Mudrajad dalam Treasury Seminar II, Kamis (5/5), di Gedung Prijadi Parptosuharjo, Jakarta.

“Kedua Ditjen ini (Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Pengelolaan Utang, red) seharusnya dijadikan satu. Indikasinya sudah jelas kok. Yang satu (Ditjen Perbendaharaan, red) manajemen kas, yang satu (Ditjen Pengelolaan Utang, red) membiayai dengan utang, jadi enggak nyambung.” ujar Mudrajad yang sempat disambut tawa para peserta yang sebagian besar berasal dari kedua unit eselon II tersebut.

Mudrajad kemudian menguatkan pendapatnya dengan memberikan contoh kondisi serupa di Bank Indonesia, “Sudah dijadikan satu kalau di BI (Bank Indonesia, red), karena tidak mudah melakukan pengelolaan moneter rupiah dan valas dengan cadangan devisa. Ini persis sama dengan Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Pengelolaan Utang,” ujarnya lagi.

Treasury seminar kali ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan re-entry program dalam rangka memberdayakan para pegawai lulusan tugas belajar Ditjen Perbendaharaan. Pada awal acara, sebelas orang  lulusan program pascasarjana ilmu ekonomi Universitas Indonesia, mempresentasikan makalah yang telah disusun secara kelompok. Makalah tersebut berjudul ”Pentingnya Koordinasi Cash Management dan Debt Management (Menuju Pengelolaan Kas Negara Yang Efektif)”. Topik ini dipilih dengan dasar pentingnya pengelolaan kas dan utang untuk mewujudkan manajemen kas yang efektif dan ideal di Indonesia, melalui koordinasi dua unit eselon I yang berada di Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.

Untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh dan komprehensif mengenai topik pembahasan, dihadirkan narasumber yang berkompeten.  Guru Besar FEB Universitas Gajah Mada, Prof. Mudrajad Kuncoro memaparkan “Manajemen Risiko Pengelolaan kas dan Utang Terhadap Fiscal Sustainability”. Dalam sudut pandangnya sebagai peneliti Madya Biro Riset Ekonomi Bank Indonesia, Ibrahim menyampaikan “Cash and Debt Management dan Dampaknya terhadap Makro Ekonomi”. Sementara itu, turut menjadi pembicara Direktur Pengelolaan Kas Negara – Ditjen Perbendaharaan, Tata Suntara dan Kepala Subdit Pengelolaan Portfolio SUN Direktorat Surat Utang Negara -Ditjen Pengelolaan Utang, Loto Srinaita Ginting.

Treasury Seminar kali ini dibuka oleh Plt. Sekretaris Ditjen Perbendaharaan mewakili Dirjen Perbendaharaan, Tata Suntara. Dalam sambutannya Tata mengatakan, “Berbagai pendapat mengenai pengelolaan kas yang ideal sesuai dengan best practices tidak dapat dilepaskan dari strategi pemerintah itu sendiri untuk dapat menyediakan kas dalam jumlah dan waktu yang tepat dengan  mempertimbangkan time value of money.


Treasury Seminar II


 


Oleh : Novri, Tino, dan Sugeng – Media Center Ditjen Perbendaharaan

Berita Berita Terkini Lainnya

Dirjen Perbendaharaan: “KPPN Jakarta V Pantas Menjadi Percontohan”
Dirjen Perbendaharaan: Telah terjadi Revolusi di Perbendaharaan!
Study Visit ke Shared Service Centre Perth Department of Treasury and Finance Western Australia
Dirjen Perbendaharaan: Ciptakan atmosfir yang humanis, akrab dan egaliter
Ahli Hukum: Kelalaian Pelaksanaan SOP Tidak Dapat Dipidanakan

Komentar Pengunjung

"masuk akal"
2011-05-09 18:07:36, - oleh : Muhtar Salim
Analogi sederhana dalam rumah tangga (RT), pada suatu saat Bapak RT punya uang berlebih, tapi pada saat bersamaan ibu RT malah ngutang dan yg lucunya lagi utang dianggap prestasi buat ibu RT. Walau sebenarnya kita mahfum bhw penghasilan bapak RT tidak mencukupi selama setahun, tapi setidaknya ibu klo mo ngutang nanya bapak dulu...klo stok mulai abis dan penghasilan bapak tidak bisa diprediksi..pada saat itulah keputusan ibu ngutang boleh2 saja. (pertanyaan kapan ya ibu kita ga ngutang lagi..??)


Semua Komentar tidak langsung ditampilkan tetapi melalui penyuntingan.
Nama :
Email :
Judul Komentar :
Isi Komentar :
Kode : Security Code [ Barui kode ]
Tuliskan Kode :
Penting: Semua Harus diisi.
  © 2007 - 2014 Direktorat Jenderal Perbendaharaan
  Kementerian Keuangan Republik Indonesia